Selasa, 09 Oktober 2012

KASUS ETIKA YANG ADA DI MASYARAKAT


Studi kasus : Konser SMASH

Surabaya (beritajatim.com) Sabtu, 15 Oktober 2011 21.20 Konser Smash dalam acara Jatim Fair 2011 dalam rangka hari jadi Provinsi Jawa Timur, yang diselenggarakan di halaman pakiran Gran City mulai 7-8 Oktober 2011, Jumat (14/10/2011), dihentikan sebelum usai. Konser terganggu karena penonton berdesakan sehingga kurang lebih 40-50 penonton pingsan.
 
Pantauan beritajatim.com, acara yang membuat banyak penonton pingsan itu karena terpakau artis baru 'Smash'. Mereka antusias dan berdesakan. Apalagi penonton kebanyakan dari anak SMP dan SMA. Pada lagu pertama, penonton masih terlihat biasa. Namun di saat lagu ke-3, satu persatu penonton berjatuhan pingsan. Akhirnya, acara konser  Smash langsung dihentikan pukul 21.00 WIB. Informasinya, ada satu orang mengalami kesurupan saat ada di tenda medical. "Tapi korban yang pingsan mencapai 40-50 orang itu sudah diberi pengobatan mulai dari pemberian oksigen," kata Dadang panita pelaksana Jatim Fair. Konser Smash yang seharusnya menyanyikan 10 lagu tidak utuh. "Sebelum konser Smash mulai, penonton itu sudah datang ke acara tersebut sejak pukul 16.00. Saya tidak mengira kalau penontonnya meludak," tambahkan Dadang. Dengan tiket masuk hanya Rp 7000, penonton sejak sore sudah memadati acara Jatim Fair 2011. Kapasitas area hanya 2000 namun dalam kenyataannya terdapat 3000 penonton yang berdominan kaum wanita. "Untuk acara penutupan yang mendatangkan artis Ran, kami akan membatasi jumlah penonton dan meminta bantuan ke pihak Polrestabes Surabaya," tandasnya.

Tanggapan saya mengenai konser tersebut yaitu :

Bahwa penonton yang melakukan perbuatan itu merupakan orang yang mempunyai Etika, Moral, dan Aklaq yang tidak baik. Hal itu dapat dibuktikan dari perbuatan mereka yang tidak baik dilihat dari sudut pandang individu kita sendiri, yaitu mereka megabaikan keselamatan diri mereka sendiri hanya demi melihat idolanya secara langsung. Padahal orang yang menjadi idolanya itu adalah manusia biasa seperti kita. Selain itu dilihat dari sudut pandang adat istiadat juga tidak sesuai dengan adat kita yang mengorbankan keselamatan diri sendiri maupun orang lain hanya untuk kesenangan yang kurang bermanfaat. Secara adat kita dituntut untuk selalu mematuhi norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat. Dalam kasus tersebut para penonton telah melanggar norma yang diberikan agar tidak masuk kedalam lokasi konser. Namun mereka melanggarnya hanya demi kesenangan sesaat. Secara aklaq mereka termasuk su’udhon terhadap diri sendiri maupun orang lain. Mereka tidak meletakkan atau memposisikan diri mereka sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat. Mereka juga tidak memposisikan manusia lain dengan baik yaitu dengan tidak memperdulikan keselamatan orang yang ada disekitar kita. Dalam islam sebenarnya orang yang patut kita idolakan dan kita contoh yaitu nabi kita Muhammad Saw. Bukan mengidolakan SMASH sampai lupa diri dan mengabaikan keselamatan diri kita maupun orang yang ada di sekitar kita. Sebab hanya Rasulullah-lah satu-satunya orang yang dapat memberikan syafa’at dengan izin Allah Swt. Sehingga kita tidak boleh terlalu mengidolakan artis-artis idola kita seperti SMASH yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk keselamatan kita. Maka dari itu masyarakat kita perlu pendidikan Etika, Moral, dan Aklaq melalui pendidikan Agama Islam sedari dini untuk memupuk aklaq yang baik sesuai dengan tuntunan Islam serta pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sedari dini untuk memupuk aklaq yang sesuai dengan identitas nasional bangsa indonesia yaitu pancasila. Sebenarnya kejadian seperti ini tidak akan terjadi apabila masyarakat kita telah faham dan mengerti tentang ajaran agama Islam yang mengajarkan kita etika, moral, dan aklaq baik aklaq kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar